Kali ini gw mau nentuin niche blog gw sendiri, karena gw baru sadar klo niche blog gw ini gak jelas. Baca dari buku Blogging: Have Fun and Get the Money: Stiletto Book By Carolina Ratri. Mengutip pada halaman 19 dibuku tersebut di tulis: “Niche blog adalah saat kita menulis mengenai satu topik, dan cuma topik itu saja yang kita bahas selama kita ngeblog. They are a blog with a one-track mind, having one purpose, one goal. Begitu lagi-lagi kata Julie Neidlinger, seorang penulis, visual artist, dan seorang blogger yang sudah ngeblog sejak tahun 2002 di Lone Prairie (loneprairie.net). Sekarang lebih jauh lagi, kita lihat dulu yuk, apa sih, sebenarnya “niche” itu.

Apa itu Niche ?

Niche adalah topik atau bahasan yang fokus dan diminati oleh target tertentu. Dalam bahasa Indonesia, arti harafiah niche adalah “ceruk”. Wikipedia mendefinisikan niche sebagai “bagia dari sektor pasar yang terfokus dan dapat ditargetka”.
Sektor pasar? Wah, apakah kita sedang membahasa mengenai marketing disini? Yes, kita sedang membahasa sedikit tentang marketing sebuah blog atau sebuah website. Baik buat kita, para blogger, untuk menentukan target blog sebelum kita mulai ngeblog. Sebagian mungkin menganggap ini tak penting. “Ah, saya mah ngeblog for fun aja, nggak pakai target-targetan.” Itu bagus, ngeblog for fun. Bukankan semua blogger juga ngeblog for fun?.

Disini gw akan mengganti bahasa penulisan gw serapih mungkin, dan mengganti kata “gw” menjadi lebih sopan lagi dengan kata “saya”. Oke kita lanjut lagi ke topiknya. Terdapat 4 jenis niche blog menurut pandangan John James Robinson dalam e-booknya The Authority Site Adsense Guide, yaitu :

  1. Whole-niche adalah niche blog yang memberikan bahasan seluruh jangkauan topik. Sebagai contoh, jika blog Kamu membahasaseputar blogger, maka Kamu membahas seluruh topik tersebut mulai dari template blogger, panduan blogger, SEO blogger dan seluruh hal tentang blogger.
  2. Broad-niche adalah niche blog yang membahas sebagian besar topik. Contoh, jika blog Kamu membahas seputar blogger, maka blog Kamu akan membahas bagaimana blog bisa menghasilkan uang, jadi pembahasannya meliput: SEO, hingga bagaimana me-monetize blog Kamu.
  3. Theme-niche adalah niche blog yang sudah mengarah ke suatu topik tertentu. Contohnya, blog Kamu yang topiknya seputar blogger, maka pembahasan di blog Kamu hanya SEO ON page.
  4. Micro-niche adalah niche blog yang sempit dan sangat terarah. Contohnya topik blog Kamu adalah seputar blogger, maka pembahasan niche blog Kamu hanya membahas seputar SEO ON page khusus pada bahasa bagaimana memaksimalkan keyword dalam artikel blog Kamu.

Niche pada blog memang bisa mempersempit pokok bahasan yang kita tulis di blog, namun bukan berarti mempersempit kreativitas kita. Malah kita semakin tertantang untuk lebih mendalami topik yang sudah kita tentukan untuk blog kita tersebut. Kita jadi semakin terpacu untuk terus menggali dan mengolah lebih dalam lagi. Untuk para pembaca blog, niche blog tertentu (yang sesuai dengan minatnya) sudah pasti akan langsung dimasukkan dalam bookmarker browser mereka.

Sumber : CoSchedule.com

Sedangkan lifestyle blog memang lebih berpeluang untuk menjaring berbagai macam karakter pembaca, sesuai dengan topik bahasan per postingan blog tersebut. Tapi biasanya, sangat jarang dimasukkan ke dalam bookmarker para pembaca blog, dan sangat bergantung pada promos perpostingan. Berbeda dengan niche blog yang akan lebih mudah membangun pembaca blog yang loyal.

Sederhananya begini, Kamu menulis dan berbagi tentang resep masakan dalam blog Kamu. Lebih khusus lagi, Kamu menulis resep camilan saja. Maka orang-orang yang memang membutuhkan resep camilan akan mengunjungi blog Kamu, dan sangat besar kemungkinan dia akan kembali lagi mengunjungi blog Kamu setiap dia membutuhkan resep camilan baru. Blog Kamu otomatis tersimpan dalam history atau bookmark borwser-nya, dan dia akan data sewaktu-waktu.

Nah hal tersebut akan membuat blog Kamu lebih berpeluang besar untuk mendapatkan unique page views, yang berarti merupakan keuntungan bagi blog Kamu dari sisi Google Analytics. Yang berarti lagi, ini memperbesar kesempatan Kamu untuk memperoleh job review dari brand-brand yang melirik blog untuk membantu aktivitas marketing mereka.

Hmmm, sepertinya kita sudah memulai membahas keuntungan menulis di blog ber-niche, nih. Sudah bukan hanya membahas pengertian niche blog. So, yuk, kita langsung lihat, apa saja keuntungan blog ber-niche ketimbang blog lifestyle.

Keuntungan blog ber-niche

Untuk satu bahasan topik yang sama, biasanya pembaca cenderung lebih percaya pada tulisa di blog ber-niche ketimbang pada tulisan di blog lifestyle. Kenapa? Karena logikanya, orang yang mempelajari atau membahas lebih fokus tentang suatu hal, tentu pengetahuannya akan lebih mendalam. Setuju ?. Nah, lalu apalagi nih, keuntungan lain dari blog ber-niche, hingga kita perlu memperhatikan topik bahasan blog ini sejak awal?.

  1. Keep on Track
    Yup, niche blog does keep you on track. Yang sudah lama mendalami dunia ngeblog, pasti sudah tahu susahnya stay focused pada apa yang ingin ditulis. Kadang keingingan menulis tentang politik jika sedang ada kasus yang ramai dibicarakan. Lalu, kalau habis jalan-jalan, ingin nulis tentang traveling. Kalau pas lagi galau masalah anak, jadi nulis tentang parenting. Lain waktu, posting soal resep makanan. Hahahaha campur aduk seperti blog saya beberapa tahun kebelakang.

    Sumber : CoSchedule.com

    Namun, jika Kamu sudah memutuskan membuat blog ber-niche. Kamu pasti akan lebih fokus. Dan, saat Kamu memutuskan ingin menulis seputar topik apa di blog, maka sebenarnya Kamu bukannya sedang menaruh batas-batas kreativitas di situ, karena justru dengan blog ber-niche akan membuat Kamu semakin kreatif.

  2. Blog ber-niche cenderung mempunyai pembaca yang loyal
    Pembaca blog yang suka mencari-cari informasi mempunyai kecenderungan untuk kembali datang ke mana terakhir dia berhasil mendapatkan info yang dibutuhkannya. Misalnya, Kamu adalah seorang ibu yang sedang membutuhkan tip-tip kreasi bento yang sesuai untuk si buah hati. Setelah Kamu mencari di Google dengan menggunakan keyword “kreasi bento”, Kamu akhirnya menemukan resep-resep yang Kami cari di web atau blog orang yang pernah membuat artikel resep-resep makanan tersebut. Ketika Kamu merasa enjoy pada web atau blog tersebut terkadang kita memiliki suatu dorongan bahwa blog tersebut akan di bookmark. Biasanya blog Kamu di bookmark dengan alasan pembaca merasa nyaman membaca artikel-artikel di blog Kamu.
  3. Lebih gampang dimonetize
    Kalian sudah bergabung dengan Google Adsense? Sudah bukan rahasia lagi bukan, bahwa Google Adsense menjadi target utama dari para pengais rezeki dari duna maya pada umumnya, dari blog pada khususnya. Dollar yang masuk ke pundi-pundi, jika memang dioptimalkan, mungkin bahkan akan melebihi gaji seorang manager level menengah pada sebuah perusahaan besar perbulannya. Perlu adanya usaha yang lebih agar lamaran afiliasi kita ke Google Adsense bisa disetujui. Karena Google akan semakin selektif memilih affiliate (sebutan untuk blog-blog yang dititipi banner iklan). Daftar kriterianya semakin panjang dari hari ke hari. Yang harus Kamu pegang kata kunci adalah: Google Adsense lebih suka menaruh banner afiliasinya pada blog ber-niche.
    Kenapa demikian ?, karena pada dasarnya Google Adsense merupakan platform publisher ads dari Google Adwords. Dimana Google Adwords sendiri merupakan platformnya Google untuk orang-orang yang memiliki uang lebih dan ingin beriklan di Google. Tentu saja mereka beriklan menggunakan target masing-masing ada yang berdasarkan topik targeting, ada yang berdasarkan behavior dll.
    Maka dari itu blog ber-niche tentu sangat disukai oleh Google pada umumnya.
  4. Blog ber-niche membuat Kamu terus belajar
    Kurang lebih seperi yang sudah saya sebutkan di point pertama diatas, proses Kamu mengeksplorasi ide topik bahasan blog akan “memaksa” Kamu untuk selalu mencari tahu. Maka, sudah pasti Kamu akan semakin menguasai topik-topik yang memang Kamu minati ini. Contohnya. Kamu memutuskan untuk menjadi blog Kamu tempat untuk berbagi informasi mengani Otomotif. Suatu kali, Kamu menulis artikel tentang otomotif. Kami bisa saja tidak berhentik pada Otomotif itu saja. Karena Kamu juga bisa memberi tips seputar merawat otomotif, membeli, dll. Dari satu topik tulisan saja, Kamu bisa mendapatkan banyak ide untuk postingan berikutnya, betul tidak?

Nah segitu saja paling info mengenai memilih niche blog untuk Kalian yang masih bingung. Karena untuk beberapa hari kedepan saya juga sudah nentuin blog niche yang akan saya tekunin kedepannya. Blog ini kedepannya akan membahas tentang seputar teknologi, entah itu dalam bentuk digital, maupun tidak. Dengan ini saya menyatakan bismillahirrahmanirrahim blog topan.web.id akan ber-niche tentang teknologi, semoga dengan pemilihan niche ini akan selalu bermanfaat untuk kita semuanya.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here