Akhir – akhir ini banyak sekali perusahaan teknologi yang merilis gadget terbarunya dengan support USB-C. Salah satu yang terbaru adalah Samsung dengan Samsung Note 9. Nah sebenarnya USB-C ini apa sih bedanya dengan Micro USB yang sering kita gunakan ?.

Kita mengetahui tingkat persaingan yang begitu ketat di dunia teknologi seperti perang format CD dengan DVD, lalu DVD dengan Blu-Ray. Nah USB-C ini berbeda dengan yang lainnya tentunya.

USB-C memiliki kepanjangan dari Universal Serial Bus. Dengan teknologi baru, kabel ini memiliki kemampuan untuk menyatukan segala bentuk teknologi. Contohnya, kalian bisa menggunakan USB-C ini untuk menyambungkan hardisk eksternal, dan sekaligus kalian bisa menggunakannya untuk mengisi daya baterai smartphone kalian.

USB-C memang dirancang jauh lebih canggih dibandingkan dengan USB yang sering kita gunakan. Untuk dapat menghasilkan teknologi seperti itu, tentu semua itu tak mudah. Dalam pembuatannya pasti membutuhkan proses yang begitu panjang dan begitu rumit seperti mengumpulkan berbagai macam perusahaan di bidang elektronik.

Akhirnya muncul lah sebuah group yang diberi nama dengan USB Implements Forum. Beranggotakan 700 dari perusahaan yang ikut bergabung di group ini. Perusahaan-perusahaan besar seperti, Apple, Dell, HP, Intel, Microsoft, hingga Samsung, juga ikut bergabung ke grub USB ini.

Berbeda dengan Micro USB

source : SuperUser.com

Sekilas kita lihat bahwa USB-C ini memang sangat mirip dengan Micro USB. Namun jika kallian perhatikan lebih detail lagi, USB-C ini sebenarnya memiliki bentuk lebih oval dan memiliki fitur-fitur menarik daripada Micro USB.

USB-C tentunya tidak di dilengkapi dengan sisi bawah maupun sisi atas, sehingga kalian akan lebih bisa leluasa untuk memasangkannya denga lebih mudah. Selain itu USB-C juga memiliki kabel degan konektor yang sama di bagian akhirnya, jadi kalian tak perlu lagi mengira-ngira mana bagian kabel depan maupun belakangya.

Lebih cepat daripada Micro USB

Source : akhayar.com

USB-C ini memang dibekali dengan berbagai fitur menarik dan lebih canggih ketimbang dengan Micro USB. Salah satu hal yang paling menonjol dari USB-C adalah, kemampuannya yang lebih cepat untuk mentrasfer data hingga 10GBps. USB-C ini memiliki kecepatan dua kali lipat daripada Micro USB, hal ini karena USB-C dibekali dengan protokol dasar USB 3.1,sedangkan Micro USB hanya memiliki protokol dasar 3.0. Perubahan kecepatan yang drastis seperti ini, tentu akan membuat para penggunanya merasa bingung, maka dari itu diberikanlah transisi yang mana USB 3.1 generai 1 memiliki interface yang sama dan sinyal data yang dibuat setara dengan USB 3.0. Jadi ketika kalian melihat USB 3.1 generasi 1, pasti kalian akan merasa jika USB tersebut memiliki fungsi yang sama degan USB 3.0.

Perbedaan USB Type A, Type B dan Type C

Tipe-A adalah konektor USB klasik seperti yang sudah lama kita kenal. Steker persegi panjang chunky adalah desain asli dan tetap steker standar untuk digunakan di ujung host kabel USB.

Sekarang Type-A telah melalui sejumlah perubahan untuk mengakomodasi berbagai versi USB, dengan lebih banyak pin ditambahkan untuk memungkinkan kecepatan yang lebih cepat dari USB 3.0 misalnya. Namun desain mendasar dari steker tetap sama, dengan koneksi baru yang dimasukkan sedemikian rupa sehingga semua colokan dan soket USB Tipe-A yang kompatibel tidak peduli versi USB yang mereka gunakan.

Meskipun ada beberapa penggunaan untuk kabel USB Tipe-A ke Tipe-A, biasanya ujung kabel USB lainnya menggunakan konektor Tipe-B. Ini menandakan perangkat yang terpasang di ujung ini sebagai klien dan karena jenis perangkat ini dapat sangat bervariasi sehingga kita melihat lebih banyak variasi dalam jenis konektor / soket yang digunakan.

Colokan tipe-B asli adalah plug tinggi yang aneh dengan sudut atas miring yang biasanya Anda temukan pada printer. Ini diperpanjang untuk standar USB 3.0 untuk memasukkan benjolan ekstra untuk beberapa koneksi baru.

MiniUSB klasik dan microUSB juga merupakan variasi Tipe-B, bersama dengan microusB 3.0 yang kikuk, yang menggunakan koneksi microUSB normal dengan plug tambahan yang membawa lebih banyak koneksi daya.

Ini membawa kita ke USB-C. Di mana Type-A dan Type-B harus bekerja dalam rangka yang kompatibel ke belakang, Type-C dimaksudkan untuk menggantikan keduanya dan dirancang agar cukup kecil untuk tidak memerlukan varian mini atau mikro. Tujuannya adalah bahwa itu benar-benar akan menggantikan semua jenis USB pada kedua perangkat host dan klien. Apa lagi fitur utamanya adalah tentu saja itu reversibel. Ini berarti Anda tidak lagi harus mendapatkan steker dengan arah yang benar – atau bahkan kabel dengan arah yang benar – tetapi sebagai gantinya, seperti koneksi Lightning Apple, ini akan bekerja ke arah mana pun Anda mencoba – tidak ada lagi superposisi USB.

Untuk mengaktifkan kabel USB-C ini sebenarnya memerlukan sirkuit untuk mengetahui ke arah mana mereka berada dan mengarahkan kekuatan dan data dengan cara yang benar, seperti pada koneksi Lightning Apple. Ini tidak seperti semua standar USB yang ada yang hanya kabel ‘bodoh’. USB-C juga dibangun di atas standar USB 3.1 baru sehingga semua maksud dan tujuan adalah jenis koneksi yang membawa kekuatan dan kecepatan baru dari USB 3.1. USB-C masih kompatibel dengan varian USB yang ada sebelumnya, tetapi itu tentu saja membutuhkan adaptor.

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here